Perbedaan Frontend And Backend Developer - AGUSPALBENO.COM web page hit counter

Perbedaan Frontend And Backend Developer

Semakin berkembangnya teknologi, akan menciptakan istilah-istilah baru. Salah satu contohnya adalah istilah posisi pekerjaan di bidang teknologi, jika dulu orang lebih mengenal Web Developer, namun sekarang tidak lagi, Web Developer sudah terpecah menjadi beberapa bagian berdasarkan perannya masing-masing, ada Front-end Developer, Back-end Developer, Data Analytic, UI Designer dan masih banyak lagi. Setiap peran, memiliki skill atau kemampuan yang berbeda-beda seperti software yang digunakan atau bahasa pemrograman yang dikuasai.

Dari sekian banyak peran, Front-end Developer termasuk yang paling dicari saat ini oleh banyak perusahaan. Peran Front-end Developer sendiri lebih kepada memaksimalkan teknologi yang ada dibrowser, seperti membuat User-experience (UX) dan User-interface (UI) agar lebih menarik dan memudahkan pengguna aplikasi.  Jadi, teknologi apa saja yang harus dikuasai untuk menjadi Front-end Developer? Berikut adalah ulasannya.

  1. Front End Developer
    Yaitu progamer yang fokus membuat tampilan luar ( Layout ) sebuah web atau aplikasi. Jadi nantinya ketika klien memberikan desain tampilan web maupun aplikasi dalam bentuk mock up, tugas dari front end developer ini adalah membuat tampilannya sesuai dengan gambar yang diberikan oleh klien. Adapun bahasa pemrogaman yang harus dikuasai adalah sebagai berikut :
    – HTML
    – CSS
    – Javascript
    – JQuery
    Selain dituntut menguasai bahasa pemrogaman diatas, kalian juga sedikit banyak paham tentang Desain Grafis.
  2. Back End Developer
    Yaitu Progamer yang fokus membuat dan memanage fungsi-fungsi sebuah website atau aplikasi. Gambaran mudahnya adalah membuat sistem dari aplikasi maupun web berjalan dengan baik dan menyesuaikannya dengan tampilan Layout yang sudah dibuat oleh Front End Developer. Adapun bahasa pemrogaman yang harus dikuasai adalah sebagai berikut :
    – PHP
    – JAVA
    – SQL

Adapun alur cara kerjanya adalah sebagai berikut :

Klien Memberikan Desain Web + Request Fitur Untuk Aplikasi Maupun Web -> Front End Developer Membuatkan Tampilan ( Layout ) -> Setelah jadi diserahkan kepada Back End Developer untuk menggabungkan tampilan dengan sistem web atau aplikasi sesuai permintaan klien. Jadi kedua hal ini tidak bisa dipisahkan.

Kalian bisa menjadi single team, namun tentunya kalian harus paham dan ahli dalam Front End Coding maupun Back End Coding. Tentunya lebih banyak bahasa pemrogaman yang harus kalian pahami dan pelajari kan? Oleh karena itu saya menyarankan untuk membuat team agar pekerjaan lebih ringan dan bisa fokus pada satu jenis pekerjaan saja.

Baca juga:

Tips Dan Trik Melihat Status WA Orang Tampa Diketahui

Cara mengatasi Casing PC yang Nyetrum

Inilah 8 Internet Provider Terbaik Di Indonesia 2018

Step by Step cara setting Router D-link dir-600l

 

 

HTML dan CSS

HTML (Hyper Text Markup Language) dan CSS (Cascading Style Sheets) adalah syarat dasar untuk menjadi seorang Front-end dan juga Back-end Developer. Tanpa HTML kita tidak mungkin bisa membuat sebuah website, dan tanpa CSS, sebuah website akan terlihat sangat buruk dari sisi tampilan. Untuk mempelajari HTML dan CSS tidaklah susah dan juga lama, karena 2 bahasa ini tidak memiliki logika yang rumit layaknya bahasa pemrograman.

JavaScript

JavaScript adalah satu-satunya bahasa pemrograman murni yang tertanam di dalam browser modern. Pesaingnya, JScript, sudah banyak ditinggalkan. Dengan JavaScript, kamu bisa menambahkan banyak fungsionalitas baru ke dalam website, serta menjadikan website lebih interaktif. Kamu bisa membuat fitur seperti maps, video interaktif ataupun game online. Untuk memperdalam JavaScript mulailah dari hal-hal dasar, seperti variable, looping, array, kondisi dan lain-lain. Selanjutnya kamu bisa masuk ke tingkat yang lebih advance seperti event, method, fungsi, ajax dan sebagainya.

jQuery

jQuery adalah pustaka (library) JavaScript. jQuery adalah alternatif penulisan perintah-perintah JavaScript menjadi lebih singkat dan efisien. Dalam jQuery terdapat sangat banyak fungsi untuk berbagai macam kebutuhan, seperti event, animasi, ajax, autocomplete, time dan sebagainya.

JavaScript Framework

JavaScript Framework (seperti AngularJS, Backbone, Ember dan ReactJS) memberikan struktur kode JavaScript yang siap pakai untuk membangun aplikasi. Tujuan menggunakan Framework adalah untuk mempercepat proses pembuatan aplikasi. Sangat banyak tutorial yang membahas JavaScript Framework, serta forum-forum yang memudahkan untuk bertanya.

Responsive and Mobile Design

Berdasarkan survey, lebih banyak orang yang mengakses website melalui perangkat mobile ketimbang komputer/laptop. Jadi sangat penting mendalami teknologi untuk membuat website menjadi Responsive dan mendukung Mobile. Untuk membuat website responsive, kamu bisa menggunakan CSS framework seperti Bootstrap, Foundation dan lain-lain. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan jQuery Mobile untuk membuat versi website khusus ketika dibuka melalui perangkat mobile.

Git and Version Control Systems

Git adalah teknologi yang terbilang baru dalam dunia development. Dengan GIT, kita akan sangat mudah mengatur kode program dalam mengembangkan sebuah sistem, kita juga bisa melihat bagian-bagian apa saja yang baru diupdate oleh rekam tim, memberikan komentar serta mengembalikan ke versi sebelum diupdate.