Beberapa Metode Dalam Mengukur Proyek Pengembangan Perangkat Lunak - AGUSPALBENO.COM web page hit counter

Beberapa Metode Dalam Mengukur Proyek Pengembangan Perangkat Lunak

Beberapa Metode Dalam Mengukur Proyek Pengembangan Perangkat Lunak

1. Metrik size oriented
Pengukuran produktifitas dengan mempertimbangkan “ukuran” perangkat lunak yang dihasilkan, dapat dibuat tabel dibawah ini :

Dari data tabel yang belum normalisasi dapat dikembangkan metrik size oriented yang sederhana untuk setiap proyek. Seperti :

  • Kesalahan (error) per KLOC
  • $ per KLOC, cacat (defect) per KLOC
  • Halaman dokumentasi per KLOC
  •  Kesalahan / person
  • LOC per person-month
  •  $ / halaman dokumentasi
  1. Metrik function oriented
    Pengukuran fungsionalitas yang disampaikan oleh aplikasi sebagai suatu nilai normalisasi. Karena fungsionalitas tidak dapat diukur langsung sehingga butuh suatu cara yang dapat dijadikan acuan yaitu dengan function – point.

Function point didapat dari sebuah hubungan empiris berdasarkan pengukuran langsung domain informasi perangkat lunak yang dapat dihitung.
Untuk menghitung titik-titik fungsi (fp) dipakai hubungan rumus sebagai berikut :

  • Fp = jumlah total x [0.65 + 0.01 x fi ]

Dimana fi adalah harga penyesuaian kompleksitas berdasarkan respon pada pertanyaan
Rata – rata setiap faktor pada skala 0 – 5

Daftar pertanyaan :
1. apakah sistem membutuhkan back-up dan recovery yang reliable ?
2. apakah komunikasi data dibutuhkan ?
3. apakah fungsi pemrosesan didistribusikan ?
4. apakah kinerja penting ?
5. apakah sistem membutuhkan entri data secara on line?
6. Apakah kode di desain untuk dapat dipakai kembali ?
Bila sudah dapat fp maka dapat dijadikan acuan untuk produktivitas, kualitas serta atribut-atribut yang lain seperti :

  • Kesalahan per fp
  • Cacat per fp
  • $ per fp

Ukuran LOC (list of code) dan fp sering digunakan untuk mendapatkan metrik produktifitas walaupun tidak mutlak sebagai ukuran produktivitas (masih dalam perdebatan)

Basili dan Zelkowitz menetapkan 4 faktor yang mempengaruhi produktifitas PL, yaitu :
a. Faktor manusia —>ukuran dan keahlian organisasi pengembangan
b. Faktor masalah —>kompleksitas masalah yang dipecahkan dan jumlah perubahan/ batasan
c. Faktor proses —> teknik analisis dan desain yang digunakan bahasa pemrograman yg dipakai
d. Faktor sumber daya —>pemakaian h/w dan s/w yang lain
Jika faktor-faktor tersebut diatas rata-rata (sangat baik) maka produktifitas akan secara signifikan menjadi baik.

MENGUKUR KUALITAS PL
Gilb T. mendefinisikan ukuran kualitas PL dilihat dari beberapa aspek, yaitu :
a. Catat per KLOC; dimana cacat diartikan kurangnya kesesuaian dengan persyaratan
b. Maintanabilitas; kemudahan dimana program dapat dikoreksi jika ditemukan kesalahan, dapat beradaptasi jika lingkungan berubah. Mudah dikembangkan bila pelanggan menginginkan perubahan.
c. Integritas; kemampuan sistem untuk menahan serangan terhadap sekuritasnya. Serangan dapat berupa virus maupun hacker yang mengganggu program data maupun dokumen.
Integritas = S [ 1 – ancaman x ( 1 – sekuritas) ]
Ancaman : kemungkinan serangan yang terjadi dalam periode waktu
yang ditentukan.
d. Usabilitas; usaha untuk mengukur user friendly dengan 4 karakter, yakni :

  • ketrampilan fisik atau intelektual untuk mempelajari sistem
  • waktu yang diperlukan untuk menggunakan sistem
  • penilaian subjektifitas terhadap sistem (menggunakan kuisoner)
  • peningkatan produktifitas ketika sistem digunakan

EFISIENSI PENGHAPUSAN CACAT (DEFECT)

Deffect Removal Efficiency (DRE) dapat dihitung dengan rumus :
DRE = E / ( E + D)
Dimana E : jumlah kesalahan yang ditemukan sebelum PL dikirim ke user
D : jumlah cacat yang ditemukan setelah pengiriman
Nilai ideal, DRE adalah 1 (karena tidak ada cacat), jika E bertambah maka kemungkinan besar nilai akhir D akan berkurang (kesalahan disaring sebelum menjadi cacat).
DRE dapat digunakan untuk menilai kemampuan tim menemukan kesalahan sebelum ke proses pengembangan PL berikutnya. Rumus yang digunakan :
DREi = Ei / (Ei + E i+1)
PERENCANAAN PROYEK PERANGKAT LUNAK
Aktifitas pertama dari perencanaa proyek PL adalah estimasi, meskipun estimasi merupakan sebuah seni tetapi ada beberapa teknik dalam membuat estimasi baik waktu maupun biaya. Ada beberapa komponen dalam membuat estimasi :
1. Project Complexity
Wahyudin – manajemen proyek perangkat lunak 13
Akan berpengaruh terhadap ketidakpastian yang inheren dalam perencanaan, walaupun kompleksitas merupakan pengukuran relatif bagi setiap pengembang, sebagai contoh pengembang yang terbiasa membuat aplikasi real time merasa kesulitan jika mendapatkan proyek aplikasi batch.
2. Project Size
Bila ukuran bertambah maka ketergantungan diantara elemen PL akan meningkat dengan cepat. Sehingga ukuran proyek PL akan mempengaruhi akurasi estimasi. Dekomposisi masalah merupakan salah satu teknik mengatasi proyek PL yang besar.
3. Structural Uncertainty
Akan berpengaruh pada resiko estimasi. Bila proyek masa lalu dapat dikerjakan secara komprehensif dan terdokumentasi dengan rapi maka estimasi dapat dilakukan dengan kepastian yang lebih tinggi. Jadwal dapat dibuat untuk menghindari kesulitas-kesulitan yang terjadi dimasa lalu dan resiko keseluruhan dapat dikurangi.